Kecanggihan
teknologi semakin hari semakin melaju pesat. Dalam zaman globalisasi
seperti sekarang ini, tidak heran jika gerak laju ilmu pengetahuan
semakin pesat. Berbagai informasi dapat dengan mudah kita akses. Jaman
bergerak adalah sebutan yang tepat mengenai hal ini, karena arus
informasi terus bergerak mengiringi laju perputaran bumi.
Salah satu bukti bahwa kecanggihan
teknologi semakin pesat adalah dengan adanya dunia hiburan yang kian
banyak dan marak menjamur. Di Yogyakarta saja, setiap jalan protokol
dapat dengan mudah dijumpai game online dan tempat-tempat itu pun ramai
dikunjungi. Menurut Dhimam Abror Dj., globalisasi memang membawa banyak
keuntungan, salah satunya dalam dunia hiburan. Namun sebenarnya
globalisasi memendam persoalan yang kompleks, bahkan lebih kompleks
daripada persoalan IMF.
Melihat realita seperti itu, maka
pendidikan seharusnya lebih serius menanggapi hal tersebut. Sejarah
telah memperlihatkan bahwa pendidikan Islam tidak menolak Iptek karena
pada prakteknya pendidikan Islam akan selalu bersentuhan dengan
lingkungan sekitar. Dalam situasi seperti sekarang ini, dimana dekadensi
moral terjadi di mana-mana, maka disamping penanganan yang berdasarkan
logika, juga harus dilakukan penanganan secara arif yaitu dengan
pendekatan norma etika dan moral keagamaan.
Zakiyah Darajat menjelaskan, hendaknya
pendidikan diberikan dalam jangkauan anak yaitu pendidikan yang bersifat
nyata dan konkret yang dapat dilakukan dengan pembiasaan dalam sikap
keseharian. Dengan pembiasaan akan timbul sebuah kata hati yang nantinya
akan menjadi kontrol bagi setiap perbuatannya. Dengan demikian
pendidikan tentang norma etika dan moral keagamaan akan sangat tepat
jika diberikan sejak masa kanak-kanak.
Untuk itu, ada beberapa karakter metode dalam pendidikan Islam yang harus diperhatikan.
Pertama, mempermudah. Pada dasarnya
metode pendidikan yang digunakan oleh pendidik adalah menggunakan suatu
cara yang memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk menghayati dan
mengamalkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sekaligus
mengidentifikasi dirinya dengan nilai-nilai yang terdapat dalam ilmu
pengetahuan dan dan keterampilan tersebut.
Kedua, berkesinambungan.
Berkesinambungan dijadikan sebagai salah satu prinsip metode pendidikan
Islam karena dengan sesuatu yang berkesinambungan maka akan terjadi
suatu proses yang sistematis. Karena Pendidikan Islam adalah sebuah
proses yang akan berlangsung secara terus-menerus. Metode pendidikan
yang digunakan pada masa lalu tidak hanya ditinggalkan begitu saja.
Namun ia dijadikan sebagai landasan dan pijakan pada waktu sekarang yang
sedang digunakan, sementara metode sekarang yang sedang digunakan
menjadi dasar perencanaan bagi metode berikutnya dan demikian
seterusnya.
Ketiga, fleksibel dan dinamis. Metode
pendidikan Islam haruslah digunakan dengan prinsip fleksibel dan
dinamis. Karena dengan kefleksibelan dan kedinamisan tersebut pemakaian
suatu metode tidak akan dirasa monoton dengan hanya menggunakan satu
metode saja. Pendidik bisa lebih mengembangkan variasinya dalam
mendidik. Karena dengan prinsip ini diharapkan akan muncul metode-metode
baru hasil kreatif dari pendidik-pendidik Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar