Sabtu, 23 Februari 2013

Karakter Pendidikan Akhlak dalam Pendidikan Islam

Kecanggihan teknologi semakin hari semakin melaju pesat. Dalam zaman globalisasi seperti sekarang ini, tidak heran jika gerak laju ilmu pengetahuan semakin pesat. Berbagai informasi dapat dengan mudah kita akses. Jaman bergerak adalah sebutan yang tepat mengenai hal ini, karena arus informasi terus bergerak mengiringi laju perputaran bumi.
Salah satu bukti bahwa kecanggihan teknologi semakin pesat adalah dengan adanya dunia hiburan yang kian banyak dan marak menjamur. Di Yogyakarta saja, setiap jalan protokol dapat dengan mudah dijumpai game online dan tempat-tempat itu pun ramai dikunjungi. Menurut Dhimam Abror Dj., globalisasi memang membawa banyak keuntungan, salah satunya dalam dunia hiburan. Namun sebenarnya globalisasi memendam persoalan yang kompleks, bahkan lebih kompleks daripada persoalan IMF.

Meskipun kemajuan teknologi membuat kemajuan dalam berbagai bidang dan salah satunya dalam bidang informasi, ternyata juga membawa dampak negatif dalam perkembangan akhlak. Tentunya hal ini tidak lepas dari era keterbukaan yang akomodatif terhadap akulturasi budaya sehingga masyarakat sulit menyaring budaya luar yang begitu cepat menjajah. Dan tanpa disadari akulturasi budaya ini memberikan akibat yang sangat mengerikan berupa dekadensi moral.

Melihat realita seperti itu, maka pendidikan seharusnya lebih serius menanggapi hal tersebut. Sejarah telah memperlihatkan bahwa pendidikan Islam tidak menolak Iptek karena pada prakteknya pendidikan Islam akan selalu bersentuhan dengan lingkungan sekitar. Dalam situasi seperti sekarang ini, dimana dekadensi moral terjadi di mana-mana, maka disamping penanganan yang berdasarkan logika, juga harus dilakukan penanganan secara arif yaitu dengan pendekatan norma etika dan moral keagamaan.
Zakiyah Darajat menjelaskan, hendaknya pendidikan diberikan dalam jangkauan anak yaitu pendidikan yang bersifat nyata dan konkret yang dapat dilakukan dengan pembiasaan dalam sikap keseharian. Dengan pembiasaan akan timbul sebuah kata hati yang nantinya akan menjadi kontrol bagi setiap perbuatannya.  Dengan demikian pendidikan tentang norma etika dan moral keagamaan akan sangat tepat jika diberikan sejak masa kanak-kanak.
Untuk itu, ada beberapa karakter metode dalam pendidikan Islam yang harus diperhatikan.
Pertama, mempermudah. Pada dasarnya metode pendidikan yang digunakan oleh pendidik adalah menggunakan suatu cara yang memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk menghayati dan mengamalkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sekaligus mengidentifikasi dirinya dengan nilai-nilai yang terdapat dalam ilmu pengetahuan dan dan keterampilan tersebut.
Kedua, berkesinambungan. Berkesinambungan dijadikan sebagai salah satu prinsip metode pendidikan Islam karena dengan sesuatu yang berkesinambungan maka akan terjadi suatu proses yang sistematis. Karena Pendidikan Islam adalah sebuah proses yang akan berlangsung secara terus-menerus. Metode pendidikan yang digunakan pada masa lalu tidak hanya ditinggalkan begitu saja. Namun ia dijadikan sebagai landasan dan pijakan pada waktu sekarang yang sedang digunakan, sementara metode sekarang yang sedang digunakan menjadi dasar perencanaan bagi metode berikutnya dan demikian seterusnya.
Ketiga, fleksibel dan dinamis. Metode pendidikan Islam haruslah digunakan dengan prinsip fleksibel dan dinamis.  Karena dengan kefleksibelan dan kedinamisan tersebut pemakaian suatu metode tidak akan dirasa monoton dengan hanya menggunakan satu metode saja. Pendidik bisa lebih mengembangkan variasinya dalam mendidik. Karena dengan prinsip ini diharapkan akan muncul metode-metode baru hasil kreatif dari pendidik-pendidik Islam.

Jumat, 22 Februari 2013


  • Penelitian ilmiah: Pengaruh bacaan al Qur’an pada syaraf, otak dan organ tubuh lainnya. Subhanallah, menakjubkan!
    *
     
     “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an…”.

    Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

    Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.

    Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

    Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

    Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.

    Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an.

    Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

    Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur’an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur’an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

    Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).

Syaikhona Qudsiyyah Kudus.DAT

Kamis, 21 Februari 2013

Habib Luthfi: Nabi itu Laut, Kita Sungai-Sungainya

Ra’is ‘am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Habib Luthfi bin Ali bin Yahya menjelaskan, kemuliaan Nabi Muhammad SAW seperti laut sedangkan umatnya adalah sungai-sungainya.

“Kita membutuhkan laut untuk mengalirkan hasrat keimanan dan kecintaan kita ke laut Nabi, agar mendapat syafaatnya. Kadarnya, tergantung besar kecilnya sungai hati kita dan yang bisa mengukur besar kecilnya adalah kita sendiri.”

“Kita bersholawat kepada Nabi SAW adalah seperti sungai mengalirkan air ke laut, mengharap safaatnya,” tutur Habib Luthfi saat mengisi mauidlotul khasanah peringatan Maulid Nabi Masjid Al Munawaroh dan Khaul Kiai Anwar bin Kiai Munawar di Kaligangsa Kulon, Kec Brebes Rabu malam (21/2).

Sholawat, lanjutnya, itu sebagai alat untuk membuat besar kecilnya sungai. Kalau memakai peralatannya sekadar cangkul maka sungai yang dihasilkan kecil. Tapi kalau kita menggunakannya dengan alat besar seperti traktor tentu akan terbentuk sungai besar.

Tak perlu ragu, sebab dengan makin besar alat atau sholawat, maka akan besar pula sungai yang dibuat.

“Jangan takut akan besar kecilnya rejeki, kalau kita memiliki sungai yang besar tentu di dalam sungai itu ada berbagai kandungan mineral rejeki,” paparnya.

Termasuk diciptakannya seisi bumi dan alam sekitarnya, diciptakan Allah SWT untuk membuktikan kalau Nabi Muhammad SAW sangat mulia. Karena seluruhnya bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Sangat aneh, kalau kemudian ada sekelompok orang mengharam-haramkan peringatan Maulid Nabi,” ujarnya tak habis pikir.

Ditanyakan Habib, pantaskah masuk surga kalau frekuensi ibadah berupa sholat sangat sedikit? Bila diasumsikan umur mencapai 60 tahun, maka sholat yang dijalankan sholat hanya 270 hari.  Dalam sehari, paling banter sholat 5 menit bila dikalikan 5 maka ada 25 menit dalam sehari.

“Untuk 1 tahun kita hanya 6 hari saja,” kata Habib.

Akibat minimnya ibadah, maka hanya satu harapan untuk memperoleh dispensasi nilai ibadah berupa safaat dari Nabi Muhammad SAW.

Sementara Pengasuh Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes KH Subekhan Makmun menegaskan untuk menolak orang-orang yang mau membuat keonaran di bumi Indonesia. wajib melindungi orang-orang maksum, bahkan orang-orang kafirpun dilindungi sepanjang tidak berbuat dzolim.

Rais Syuriyah PCNU Brebes KH Aminudin Afif menandaskan pentingnya menjaga keamanan dan keimanan yang seimbang. Dia berseloroh kalau ingin aman ya ikut NU.

“Amanu, Aman ya ikut NU,” tuturnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan terima kasih atas kerja sama semua pihak dalam penyelenggaraan syiar Islam. Adanya persatuan dan kesatuan antara TNI, Polri, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan Warga menjadikan kehidupan beragama makin kokoh.

“Mari kuat eratkan sendi-sendi kehidupan beragama kita,” 


di nukil dari NU Online

Keutamaan Shloat tahajud dan Dhuha 

 

 

 

Solat adalah suatu telekomunikasi yang paling efektif untuk seorang hamba kepada allah SWT, karena solatpun sendiri berartikan do’a secara bahasa arab, dan klo secara syariat adalah suatu pekerjaan yang di mulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam dengan diisi dzikir-dzikir di dalamnya, tidak di dirikan sholat kecuali maksud dari hal tersebut adalah untuk berzikir kepada allah SWT, seperti apa yang di firmankan oleh allah SWT dalam al-furqon:

{إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي } [طه : 14]



Artinya: (sesungguhnya aku allah tidak ada tuhan kecuali aku, maka sembahlah aku dan kerjakanlah solat hanya untuk mengingatku (dzikir))( QS: toha : 14)

Sholat sendiri terbagi menjadi dua :

- Sholat wajib: Dari pada sholat yang wajib adalah dzuhur, ashar, maghrib, isya’, subuh, semua ini adalah wajib bagi siapa saja, siapapun tidak melakukan sholat-sholat ini maka dia telah keluar dari islam, selama manusia masih mempunyai akal maka wajib bagi orang tersebut untuk melakukan sholat ini, apapun alasanya bagi kaum muslimin dan muslimat haram untuk meninggalkan sholat wajib.

- Sholat sunnah: solat sunnah begitu banyak salah satunya adalah sholat malam (tahajjud) dan sholat dhuha.

Sholat tahajjud: adalah solat yang di lakukan pada malam setelah tidur, telah bersabda rasullah SAW dalam haditsnya:

أفضل الصلاة بعد المكتوبة صلاة الليل

Artinya : paling afdholnya sholat setelah sholat yang di wajibkan adalah sholat malam (tahajjud).

فضل صلاة الليل على صلاة النهار كفضل صدقة السر على العلانية



Artinya : keafdholan sholat malam di bandingkan sholat di siang hari sama halnya perbandingan sodaqoh secara sembunyi-sembunyi dan sodaqoh secara terang-terangan.

Tentu saja sodaqoh secara sembunyi-sembunyi lebih afdhol dari pada sodaqoh secara terang-terangan 70 kali lipat, dan bersabda juga rasullah SAW dalam hadisnya yang lain:

عليكم بقيام الليل فإنه دأب الصالحين قبلكم، ومقربة لكم إلى ربكم، ومكفرة للسيئات ومنهاة عن الإثم ومطردة للداء عن الجسد



Artinya : seyogyanya bagi kalian semua umat mukminin untuk sholat malam sesungguhnya hal tersebut pekerjaan orang-orang soleh sebelum kalian dan hal tersebut mendekatkan kalian semua kepada tuhan kalian dan melebur dosa kalian dan menahan kalian dari dosa dan juga menolak dari penyakit hasud.

Ketahuilah barang siapa yang sholat setelah solat isya’ maka dia telah sholat malam dan konon para ulama dulu (salaf) apabila mereka kesusahan untuk sholat tahajjud maka dia solat setelah sholat isya’ (qiyamul lail), akan tetapi jikalau seorang mukmin bisa melakukanya setelah bangun tidur maka hal tersebut seperti apa yang di suruh oleh rasullah di dalam firman allah yakni sholat tahajjud yang sebenarnya:

{وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا} [الإسراء : 79]



Artinya : dan dari malam-malam tahajjudlah kalian sebagai sholat sunnah bagi kalian, semoga allah membangkitkan kalian sedangkan kalian mencapai derajat yang terpuji.

Dan dari hadist nabi :

إن الله يعجب من العبد إذا قام من على فراشه وبين أهله إلى صلاته ويباهي به ملائكته ويقبل عليه بوجهه الكريم



.

Artinya : Allah sangat kagum dengan seorang hambanya yang bangun malam bangun dari kasurnya untuk sholat kepada allah sedangkan diantaranya terdapat keluarganya yang sedang tidur, malaikat sangat bangga dengan hamba tersebut dan pastilah diterima amal tersebut oleh allah SWT.

Terlebih-lebih jikalau orang mukmin tersebut menuntut ilmu agama maka sangat di anjurkan bagi orang tersebut.

Dan dari pada kemulian sholat tahajjud sesungguhnya terdapat dimalam hari waktu mustahab seperti di dalam hadis nabi SAW :

قال، صلى الله عليه وسلم: “إن في الليل لساعة لا يوافقها عبد مسلم يسأل الله خيراً من أمر الدنيا والآخرة إلا أعطاه إياه وذلك كل ليلة” أخرجه مسلم



.

Artinya: sesungguhnya di malam hari terdapat suatu waktu yang dimana waktu tersebut jikalau orang mukmin meminta kepada allah kebaikan dari masalah dunia ataupun akherat maka pasti allah akan memberinya, dan hal ini terdapat pada setiap malam. (HR: MUSLIM)

Terdapat juga di dalam kitab-kitab terdahulu allah berfirman (telah berbohong orang yang mengaku cinta kepada aku akan tetapi jika datang malam dia tidur meninggalkanku, bukankah orang yang cinta suka jikalau berduan dengan kekasihnya.

Berkata syekh ismail aljabaruti: terkumpul semua kebaikan di dalam malam, tidak di angkat seorang wali menjadi wali kecuali di malam hari.

Dan berkata juga habib Abdullah bin abu bakar alaydrose : barang siapa yang meninginkan kebersihan hati maka baginya bermunajat dan menangis di malam hari.

Bersabda rasullah SAW : sesungguhnya allah setiap malam turun di langit tepat sepertiga malam terakhir seraya berkata – adakah siapa yang berdoa aku akan mengijabahi, adakah orang yang beristighfar di malam ini maka aku akan mengampuni, adakah orang yang meminta malam mini aku akan memberinya, adakah yang orang yang bertobat malam ini aku akan menerima tobatnya- sampai terbitnya fajar (subuh).

Berkata imam Abdullah alhaddad: Jikalau tidak ada hadits tentang kemulian solat tahajjud kecuali ini cukuplah hanya hadits ini mengungkap kemulian bangun malam.

Sungguh indahnya solat malam (tahajjud) sehingga begitu banyaknya hadits nabi yang mengungkap fadhilah dan keutamaan sholat ini sampai-sampai sebagain kaum solihin berkata : jikalau penduduk surga itu dalam keadaan seperti kita sekarang ini yakni solat malam (tahajjud) maka dia akan merasakan kenikmatan melebihi apa yang dia rasakan di surga, dan berkata solihin : orang yang sering solat malam (tahajjud) di dalam kebiasaanya solat malam, dia lebih merasakan kenikmatan hal tersebut dari pada orang yang maksiat menikmati dosanya, berkata solihin : semenjak 40 tahun tidak ada sesuatu yang membuat aku risau kecuali terbitnya fajar, kenikmatan ini tidak dapat digapai kecuali setelah kebiasaan dan setelah jerih payah yang sangat kuat untuk bangun di malam hari seperti berkata utbah : bersusah payah aku selama 20 tahun untuk beribadah di malam hari dan aku dapat menikmati hasil dari jerih payahku selama 20 tahun yaitu 20 tahun selanjutnya.

Berapa roka’atkah kita solat tahajjud dan surat apakah yang kita baca dalam solat tersebut?.

Ketahuilah bahwa dulu rasullah tidak melakukan suatu yang khusus dalam solat ini, dan adapun yang bagus adalah anda membaca surat secara berurutan sampai khatam di dalam satu bulan kurang atau lebih tergantung semangat anda, adapun bilanganya adalah rasullah paling banyak di riwayatkan solat 13 roka’at, terkadang hanya 9 roka’at dan yang paling sering rasullah melakukanya adalah 11 roka’at.

KESIMPULAN :

Seyogyanya bagi anda dan di sunnahkan jika anda bangun dari tidur untuk mengusap muka anda dengan tangan anda sambil berdoa :

الحمد لله الذي أحيانا بعد ما أماتنا وإليه النشور



Artinya : Segala puji bagi allah yang telah menghidupkan kami setelah mati, dan kepadanya kita di kumpulkan.

Kemudian membaca :

{إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ } [آل عمران : 190]

Sampai akhir surat, kemudian bersiwak dan berwudu’ dengan sempurna, kemudian solat 2 roka’at yang sangat ringan singkat, kemudian solat 8 roka’at secara panjang (dengan memanjangkan bacaanya surat-surat yang panjang dan tasbih-tasbihnya juga di tambah yang banyak) dengan cara 2 roka’at salam atau 4 roka’at salam. Jikalau anda masih mempunyai semangat maka tambahkanlah sholat witir 3 roka’at dengan satu salam ataupun 2 salam boleh, pada roka’at pertama membaca :



بسم الله الرحمن الرحيم

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى (1) الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى (2) وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى (3) وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى (4) فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى (5) سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَى (6) إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَى (7) وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَى (8) فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى (9) سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى (10) وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى (11) الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى (12) ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى (13) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى (14) وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى (15) } [الأعلى : 1 - 15]

Roka’at kedua membaca :



بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)

Pada roka’at ketiga membaca :



بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)

{بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)



Inilah cara tahajjud yang di laksanakan ketika rasullah masih hidup ingatlah hal ini, hanya allah yang maha tahu dan mendengar.

Sholat dhuha : adalah solat yang di lakukan setelah terbitnya matahari sampai tergelincirnya matahari, hendaknya bagi kita untuk selalu menjaga sholat tersebut, paling sedikitnya 2 roka’at dan paling banyaknya 8 roka’at sebagian ulama mengatakan 12 roka’at, keutama’anya sangat besar, dan waktu yang paling bagus adalah seperempat dari siang, bersabda rasullah SAW dalam haditsnya :

قال عليه الصلاة والسلام :  يصبح على كل سلامي من أحدكم صدقة، وكل تسبيحة صدقة ، وكل تكبيرة صدقة، وأمر بالمعروف صدقة، وكل تهليلة صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ من ذلك ركعتان يركعهما من الضحى



Artinya : dari setiap persendian kalian atasnya sodaqoh, setiap tasbih dari kalian adalah sodaqoh, setiap takbir dari kalian adalah sodaqoh, menyuruh kepada kebaikan adalah sodaqoh, dan setiap tahlil sodaqoh, melarang kemungkaran adalah sodaqoh, dan mencukupi itu semua dengan hanya solat dhuha.

Bersabda juga rasullah SAW :

وقال عليه الصلاة والسلام : من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه ولو كانت مثل زبد البحر



Artinya : barang siapa yang menjaga dua roka’at dhuha maka allah akan mengampuni dosanya walaupun seperti banyaknya busa di laut.

Dhuha juga di namakan solat awwabin seperti sholat di antara maghrib dan isya’, adapun awwab (berartikan kembali kepada allah ketika lupa), dua waktu ini di namakan solat awwabin di karenakan banyak orang lupa dengan dua alasan :

- Pertama : karena sibuknya manusia di dalam waktu ini (dhuha dan di antara maghrib dan isya’) kepada dunia, maka di ingatkanlah dengan sholat

- Kedua : karena sibuknya manusia di dalam waktu ini (dhuha dan di antara maghrib dan isya’) pulang ke rumah untuk makan, dan barang siapa yang pulang kepada allah yakni ingat kepada allah pada waktu ini maka dia akan menyandang kedudukan yang tinggi di sisi allah.

.

REFERENSI KITAB:



رسالة المعاونة والمظاهرة والمؤازرة – (1 / 16)

(وعليك) بصلاة الليل فقد قال عليه السلام: “أفضل الصلاة بعد المكتوبة صلاة الليل” وقد قال عليه الصلاة والسلام: “فضل صلاة الليل على صلاة النهار كفضل صدقة السر على العلانية”. وقد ورد أن صدقة السر تضاعف على صدقة العلانية بسبعين ضعفاً، وقال عليه الصلاة والسلام: “عليكم بقيام الليل فإنه دأب الصالحين قبلكم، ومقربة لكم إلى ربكم، ومكفرة للسيئات ومنهاة عن الإثم ومطردة للداء عن الجسد.

(واعلم) أن من صلى بعد العشاء فقد قام من الليل وقد كان بعض السلف يصلي ورده من أول الليل ولكن في القيام بعد النوم إرغام للشيطان ومجاهدة للنفس وسر عجيب، وهو التهجد الذي أمر به الله ورسوله في قوله (ومن الليل فتهجد به نافلة لك) وفي المأثور: إن الله يعجب من العبد إذا قام من على فراشه وبين أهله إلى صلاته ويباهي به ملائكته ويقبل عليه بوجهه الكريم.

(1/15)

رسالة المعاونة والمظاهرة والمؤازرة – (1 / 17)

(واعلم) أنه يَقْبُح بطالب الآخرة أن لا يكون له قيام بالليل. كيف والمريد لا يزال طالباً للمزيد متعرضاً للنفحات على دوام الأوقات.

وقد قال، صلى الله عليه وسلم: “إن في الليل لساعة لا يوافقها عبد مسلم يسأل الله خيراً من أمر الدنيا والآخرة إلا أعطاه إياه وذلك كل ليلة” أخرجه مسلم.

وفي بعض كتب الله المنزلة: كذب من ادعى محبتي فإذا جنه الليل نام عني أليس كل محب يحب الخلوة بحبيبه.

وقال الشيخ إسماعيل بن إبراهيم الجبرتي رحمه الله جمع الخير كله في الليل وما عقدت لولي ولاية إلا بالليل.

وقال سيدي العيدروس عبد الله بن أبي بكر من أراد الصفاء الرباني فعليه بالانكسار في جوف الليل.

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ينزل الله كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول: هل من داع فأستجيبَ له، هل من مستغفر فأغفر له، هل من سائل فأعطيه، هل من تائب فأتوب عليه حتى يطلع الفجر”. ولو لم يرد في الحث على قيام الليل غير هذا الحديث لكفى.

كيف والكتاب والسنة طافحان بالترغيب فيه والحث عليه، وللعارفين بالله في القيام بالليل منازلات شريفة، وأذواق لطيفة يجدونها في قلوبهم من نعيم القرب من الله، ولذة الأنس به وطيب المناجاة والمحادثة مع الله، حتى قال بعضهم: إن كان أهل الجنة في مثل ما نحن فيه إنهم لفي عيش طيب، وقال آخر: أهل الليل في ليلهم ألذ من أهل اللهو في لهوهم، وقال آخر منذ أربعين سنة ما غمني شيء إلا طلوع الفجر، وهذا النعيم لا يكون إلا بعد تجرع المرارات، وتحمل المشقات في القيام، كما قال عتبة الغلام: كابدت قيام الليل عشرين سنة وتنعمت به عشرين سنة أخرى.

(فإن قلت) ماذا أقرأ في صلاتي بالليل وكم ركعات ينبغي أن أصلي فاعلم أن سول الله صلى الله عليه وسلم لم يواظب في تهجده على قراءة شيء مخصوص، ومن الحسن أن تتبع القرآن فتقرأه شيئاً فشيئاً في قيامك حتى تختم في شهر أو أقل أو أكثر حسب نشاطك.

رسالة المعاونة والمظاهرة والمؤازرة – (1 / 18)

وأما عدد الركعات فأكثر ما روي من قيام رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاث عشرة ركعة وورد الاقتصار على تسع وسبع وأكثر ما ورد عنه صلى الله عليه وسلم المواظبة عليه إحدى عشرة ركعة.

ويتلخص من مجموع الأحاديث أنه ينبغي لك ويستحب إذا قمت من النوم أن تمسح النوم عن وجهك بيدك وتقول: الحمد لله الذي أحيانا بعد ما أماتنا وإليه النشور، وتقرأ (إن في خلق السماوات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي الألباب) إلى آخر السورة، ثم تستاك وتتوضأ وضوءاً كاملاً، ثم تصلي ركعتين خفيفتين ثم تصلي بعدهما ثمان ركعات تطولهن تسلم من كل ركعتين إن شئت أو من كل أربع أو تجمعهن بتسليمة واحدة فكل ذلك قد ورد، ثم إن رأيت أنه بقي عندك نشاط فتنفل ما بدا لك، ثم صل ثلاث ركعات بنية الوتر بتسليمة أو تسليمتين وتقرأ في الأولى سبح اسم ربك الأعلى(1) وفي الثانية قل يا أيها الكافرون(2) وفي الثالثة الإخلاص والمعوذتين، ولا تحسب أن الوتر هو إحدى عشرة شيء وهذه الركعات المذكورة في هذا لسياق شيء آخر كلاً إنه لم يرو عن قيام رسول الله صلى الله عليه وسلم غير ما قصصناه عليك فاعلم ذلك والله سميع عليم.



النصائح الدينية و الوصايا الإيمانية – (1 / 75)

ومن السنة: المحافظة على صلاة الضحى، وأقلها ركعتان، وأكثرها ثمان ركعات.وقيل :أثنتا عشرة.وفضلها كبير .ووقتها الأفضل: أن تصلى عند مضي قريب من ربع النهار، قال عليه الصلاة والسلام : (( يصبح على كل سلامي من أحدكم صدقة، وكل تسبيحة صدقة ، وكل تكبيرة صدقة، وأمر بالمعروف صدقة، وكل تهليلة صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ من ذلك ركعتان يركعهما من الضحى))

وقال عليه الصلاة والسلام : من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه ولو كانت مثل زبد البحر))و((الشفعة)): هي الركعتان، و((السلامى)): هو المفصل، وفي كل إنسان ثلاثمائة وستون مفصلاً بعدد أيام السنة .

وتسمى صلاة الضحى صلاة الأوبين، كالصلاة بين العشاءين. و((الأواب)) هو الرجاع إلى الله في أوقات الغفلة . وهذان الوقتان – أعني وقت صلاة الضحى، وما بين العشاءين – من أوقات الغفلة.

أما الأول: فلإكباب الناس فيه على المعايش والمكاسب الدنيوية.

وأما الثاني :فلا شتغال الناس فيه بالرجوع إلى المنازل وتناول الأطعمة. فمن رجع إلى الله واستيقظ لطاعته في هذه الأوقات كان عنده بمكان .

Kata Mutiara Motivasi Belajar





  • Tujuan sekolah bukan hanya sekadar mendapatkan ijazah. Ilmu yang terpenting yang harus didapat. Percuma dapat ijazah tapi sedikit ilmu yang didapat dari sekolah.
  • Belajar butuh kesabaran. Hilangkan rasa ingin cepat-cepat menguasai materi. Belajar butuh proses.
  • Memahami lebih baik dari sekadar membaca.
  • Banyak yang ingin pintar, tapi tidak banyak yang mau belajar.
  • Kalau pelajar tak mau belajar, belum menjadi pelajar sejati.
  • Tidak ada mata pelajaran yang sulit, kecuali kemalasan akan mempelajari mata pelajaran tersebut.
  • Orang tua kerja untuk menghidupi anaknya, anaknya sekolah agar mendapatkan kehidupan yang lebih layak di kemudian hari. Dengan belajar dan mendapatkan nilai baik adalah cara jitu pelajar untuk membahagiakan orang tuanya.
  • Malas belajar hanya akan membuat suatu pelajaran
  • semakin sulit dipelajari.
  • Lebih baik belajar satu halaman per hari daripada belajar satu buku tapi cuma sehari.
  • Bodoh itu takdir, tapi bisa diubah. Tentunya dengan belajar.
  • Belajar adalah investasi berharga untuk masa depan dan tidak seperti harta yang suatu saat bisa habis.
  • Bagi yang tahu bahwa belajar itu menyenangkan, belajar adalah aktivitas yang menyenangkan.
  • Belajar adalah proses dimana orang tidak paham menjadi paham. Jika ingin memahami suatu hal, maka kuncinya adalah belajar.
Demikianlah kumpulan kata mutiara motivasi belajar yan

wahid - bi maulidil hadi